1. 2.

11 Maret 2010

SetengahHati, Sudin P2B Jakut Bongkar Bangunan Bermasalah

JAKARTA - Tindakan penertiban terhadap bangunan berlantai lima di Jl Kebonbawang VII, Nomor 13 RT 03/06, Kelurahan Kebonbawang, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Rabu (10/3), dirasakan warga setempat hanya formalitas belaka. Sebab petugas Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B), hanya membongkar kayu kaso untuk cor di sisi kiri dan kanan lantai V bangunan tersebut. Padahal, pelanggarannya cukup fatal yakni IMB hanya empat lantai namun dibangun lima lantai. Bahkan sejumlah rumah warga rusak akibat pembangunan gedung tersebut.

“Kami sudah kesal dengan adanya pembangunan tersebut karena banyak kayu kaso, bambu, dan batu yang jatuh ke rumah kami. Sehingga genteng kamar mandi rusak. Kami sudah minta agar pihak mandor melakukan perbaikan tapi hingga sekarang hanya janji-janji saja. Lebih kesal lagi penertiban petugas terkesan setengah hati,” ujar Nibras (30), warga RT 05/06, Kebonbawang, yang rumahnya persis berada di belakang bangunan berlantai V tersebut.

Nibras juga menyebutkan, pembangunan gedung yang rencananya dijadikan hotel kelas melati itu membuat ruangan kamar dan dapur miliknya selalu tergenang air setinggi mata kaki orang dewasa. Genangan timbul akibat genteng warga tampias air hujan dari pantulan bangunan bermasalah itu.

Yang membuat warga heran, bangunan itu dibangun pas dengan luas tanahnya. Tak ada jarak bebas bagian belakang dan tidak ada saluran air, sehingga rumah warga sering kebanjiran meskipun hujan kecil.

Hal senada diungkapkan Ade, warga lainnya yang rumahnya berada di belakang bangunan yang diketahui milik Jerry Simbolon tersebut. Atap kamar mandi miliknya yang berada di belakang juga pecah. Bahkan, beberapa batu batako dan kayu kaso kerap jatuh menimpa rumahnya. “Saya selalu khawatir kalau sedang berada di kamar mandi,” jelasnya.

Warga juga heran atas tindakan penertiban yang dilakukan Sudin P2B Jakarta Utara hanya dengan setengah hati. Padahal di dalam IMB bangunan itu jelas tertulis bahwa bangunan hanya bisa empat lantai. Namun nyatanya, pemilik bangunan memaksakan membangun menjadi lima lantai. “Parahnya lagi, bangunan ini tanpa ada garis jarak bebas belakang dan dibangun lima lantai. Seharusnya bangunan itu dibongkar habis atau disegel. Eh ini hanya dibongkar kayu kasonya. Itu pun hanya setengah hari setelah siang berhenti dengan alasan makan siang,” kata Ade lagi.

Kasie Penertiban Sudin P2B Jakarta Utara, Sugeng Santoso, mengatakan, sebelum dilakukan penertiban, telah dilayangkan SP4 pada pemilik bangunan tersebut namun tak ada tanggapan. Ia membantah tudingan warga jika penertiban ini dilakukan dengan sengah hati. “Tidak benar itu, pemilik bangunan siap membongkar sendiri bangunannya. Dan pemilik bangunan saya minta membuat surat pernyataan,” ujar Sugeng.

Sejumlah warga yang berkerumun dilokasi pembokaran mengatakan,"Kita lihat saja nanti, apakah pemiliknya benar2 membongkar sendiri bangunannya atau malah memperbaiki bangunannya dan membuatnya lebih bagus dari sebelum dibongkar, karena seperti yang sudah2 setelah dibongkar tak akan ada lagi tindakan dari P2B tersebut."ujar salah satu warga(mp/red)

[+/-] Selengkapnya...

09 Maret 2010

Tidak Benar Ada Tindak Pemukulan Terhadap Ketua Golkar Jakarta Timur

JAKARTA Rumor yang berkembang seputar terjadinya pemukulan Ketua DPD Tingkat II Golkar Jakarta Timur oleh seorang kadernya di Gedung DPD I Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, ternyata tidak seperti pemberitaan yang berkembang akhir minggu ini.

Menurut keterangan LS, salah seorang kader Golkar, kronologis kejadian tersebut berawal ketika dirinya dan beberapa rekan sesama kader sedang berada diruangan salah seorang Wakil Ketua Golkar DPD I DKI Jakarta, tak berapa lama kemudian Ketua DPD Tingkat II Golkar Jakarta Timur, H.Tandanan Daulay, masuk dan ikut bergabung, mereka kemudian terlibat pembicaraan seputar Pelantikan Ketua DPD Tingkat II Jakarta Timur yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Pro – kontra susunan anggota yang dilantik tersebut juga menjadi bahan pembicaraan pada saat itu, karena kebanyakan berasal dari salah satu ormas. Karena pembicaraan mulai tidak enak dan memanas, beberapa saat kemudian LS berjalan hendak meninggalkan ruangan dan berkata,”Bagaimana mau bagus, ijazahnya saja tidak bagus.” ujarnya tanpa maksud ditujukan pada siapapun.

Pada saat itu juga Ketua DPD Tingkat II Golkar Jakarta Timur, H.Tandanan Daulay, mungkin tersinggung akan kata-kata LS tersebut dan spontan berdiri kemudian mengejar LS dan menarik leher bajunya.

Karena mendapat tindakan yang tidak diduganya itu, LS dengan refleks menangkis gerakan H.Tandanan Daulay tersebut, dan ternyata tanpa sengaja mengenai kacamata Ketua Golkar tersebut, hingga jatuh pecah dan mengakibatkan luka akibat pecahan kacamata tersebut. “Jadi tidak benar ada pemukulan terhadap H.Tandanan Daulay pada saat itu.”jelas LS.(red)

[+/-] Selengkapnya...

Staff Redaksi


Hendrik S (Polda Metro Jaya) (Jaksel) Robin S (Jaktim) Ramdani BE, Agus Subarkah (Jakpus)Butet (Jakut) Biro Bekasi :Sepmi R (Kabiro) , Joni Sitanggang, Binton Juntak, Mustofa, Ringan Simbolon, Haerudin, Herman Sitanggang, Mulayadi TH, Togar S, Banjarnahor, Syafi'i M, Biro Kab.Bogor (Kabiro) Depok : Radot S, (Kabiro), Karawang : Ade Junaidi (Kabiro), Rihas Purnama YM, Edi Askam, Mustamir, Otong, Wawan, Junaedi, Sopyan Junior, Mumuh MuhamadMursid. Perwkln Jabar: Idris C.Pasaribu (Ka Prwkl), Ungkap M, Deni Ridwan, Parasman. Biro Cimahi : Martunas S. Prwkln Lampung : (Ka.Prwkln) Kab Tanggamus : Prwkln Jambi : Sabarudin Nasution SE (Ka.Prwkl), Biro Tanjabbar : Hasbullah Biro Kab/Kota Siantar : Buhardo Siahaan. Biro Sulselbar : (Ka.Biro)