JAKARTA, PB - PEMBANGUNAN akses tol Tanjungpriok seksi North South (NS) bakal mengorbankan 700 pohon. Namun ratusan pohon itu akan diganti dengan kelipatan 10 untuk setiap pohonnya. Dengan pembangunan akses tol ini diharapkan arus kendaraan berat yang melintas di Jl Yos Sudarso bakal berkurang.
Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengakui, pembangunan jalan tol Tanjungpriok NS akan menebang sedikitnya 700 pohon. Namun pohon-pohon yang ditebang itu akan diganti dengan kelipatan sepuluh untuk setiap pohonnya. “pohon-pohon yang ditebang itu akan diganti sepuluh kali lipatnya’ ujar walikota.
Sesuai dengan rencana, pemasangan tiang pancang pembangunan jalur tol tersebut akan menggusur sejumlah jalur hijau yang ada di sebelah kiri dan kanan jalan serta trotoar di Jl Yos Sudarso. Trotoar akan dibongkar selebar 1 meter dengan panjang antara 500-700 meter.
Sementara Kasdin Pertamanan Jakarta Utara Ratna Diah Kurniati memaparkan, pohon yang akan ditebang itu 600 di antaranya berada di trotoar dan sisanya terdapat di tengah. "Jalurnya kira-kira dari Jl Yos Sudarso sampai Jl Jampea," ujar Ratna.
Pohon-pohon yang ditebang, tambah Ratna, nantinya akan diganti PT Hutama Karya selaku kontraktor dan yang menentukan lokasi penanaman adalah Sudin Pertamanan Jakarta Utara. "Dalam pengerjaan proyek ini pihak kami akan memberi rekomendasi pohon mana yang bisa ditebang dan mana yang tidak. Adapun yang menjadi pelaksana adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI," kata Ratna
Ratna menyebutkan sampai saat ini sebayak 325 pohon pengganti sudah ditanam di Taman Perintis Kemerdekaan Kelapagading. Lokasi penanaman lainnya masih berada di Jakarta Utara dan kemungkinan besar akan ditanam di daerah Kebon Pisang Penjaringan atau di Taman BMW Papanggo. Berdasarkan rencana, penanaman pohon pengganti itu akan selesai bersamaan dengan selesainya pembangunan jalan akses tol Tanjungpriok seksi NS atau kira-kira selama 18 bulan.(ju/jay)
08 April 2011
700 Pohon Jadi Korban Pembangunan Tol Tg.Priok North South
Belasan Minimarket Bakal Ditutup
JAKARTA, PB - SEDIKITNYA 13 mini market di Jakarta Utara terancam ditutup. Masalahnya, keberadaan ke-13 mini market tersebut berdekatan dengan pasar tradisional dan sebagian besar di antaranya mengantongi izin usaha kelontong. Tapi operasionalnya adalah mini market. Saat ini, Satpol PP Pemkot Jakut masih melakukan pendataan terhadap seluruh mini market.
"Kemungkinan besar ke-13 mini market itu yang akan ditutup lantaran lokasinya berdekatan dengan pasar tradisional. Sebab dalam Perda No 2 tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta yang tengah direvisi menyebutkan batas jarak antara mini market dan pasar tidak boleh berdekatan," kata Kasie Perizinan UUG Satpol PP Jakarta Utara, Faisol Panani di Ruang Kerjanya, Jumat (8/4).
Dipaparkan Faisol, ke-13 mini market itu tersebar Kecamatan Koja 5 mini market, Cilincing (2) dan Tanjungpriok (6). Sementara di Kecamatan Penjaringan, Kelapagading, dan Pademangan masih dalam tahap pendataan. Kemungkinan besar jumlahnya bakal bertambah. "Soal ditutup atau tidaknya mini market tersebut masih menunggu instruksi lanjutan dari Provinsi DKI Jakarta. Jika sudah ada perintah, tentu akan segera kita tindaklanjuti. Namun hingga saat ini kami masih melakukan pendataan," tandasnya.
Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Satpol PP, kata Faisol, ada sekitar 160 mini market yang tersebar di Jakarta Utara yang sudah mengantongi izin. Sementara dari data Bagian Ekonomi Pemkot Jakut ada sekitar 315 mini market yang sudah mengantongi izin. "Selisih inilah yang saat ini kami telusuri. Sehingga bisa diketahui secara pasti mana saja mini market yang sudah mengantongi izin dan tidak mengantongi izin," kata Paisol.
Dari 160 mini market yang mengantongi izin itu, tambah Paisol, sebagian besar izin yang dikantongi adalah usaha kelontong. Tapi setelah izin diberikan, ternyata operasionalnya adalah mini market. Padahal sejak 2006 lalu izin mini sudah dilarang sesuai Instruksi Gubernur No 115 tahun 2006 tentang Penundaan Perizinan Mini Market di Provinsi DKI Jakarta.(ju/jay)
01 April 2011
Titik Pantau Adipura Sudin Pertamanan Jakut Meningkat 20 %
JAKARTA - Jelang penilaian adipura tahap I, berbagai upaya dilakukan Sudin Pertamanan Jakarta Utara mulai dari perawatan taman, jalur hijau serta penopingan pohon-pohon, khususnya di titik pantau tetap, pantau wilayah maupun pantau cepat. Tercatat ada sekitar 15 taman dan kurang lebih 45 jalur hijau yang tahun ini menjadi titik pantau tetap dan wilayah pantau Adipura, jumlah ini meningkat 20 % dibandingkan tahun lalu, ujar Isdiantoro, Kasie Jalur Hijau Sudin Pertamanan Jakarta Utara.
Meski anggaran APBD sampai saat ini belum cair, namun untuk pekerjaan perawatan taman dan jalur hijau tetap dilaksanakan seperti biasa, seperti penyiraman taman dan jalur hijau seminggu sekali yang sementara ini di lakukan oleh pihak ke tiga. Namun yang berbeda, karna saat ini memasuki musim penghujan, pembabatan rumput yang biasanya sebulan sekali menjadi seminggu sekali, tambahnya.
Agar lebih mempercantik dan memperindah taman dan jalur hijau, setiap hari pihaknya selalu mengontrol setiap lokasi, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada tanaman yang mati atau layu serta mengontrol apabila ada pohon yang tumbang atau perlu di pangkas.
Adanya penurunan anggaran, Kasie Jalur Hijau tersebut menjelaskan bahwa anggaran yang di ajukan sebesar Rp. 24 M namun hanya menjadi Rp. 14 M. Padahal tahun 2010 lalu pihaknya mendapat anggaran sebesar Rp. 18 M berarti ada penurunan sekitar Rp. 4 M, meskipun ada penurunan namun tidak menyurutkan kinerja Sudin Pertamanan Jakarta Utara dalam merawat taman dan jalur hijau yang ada di wilayah Jakarta Utara agar terlihat indah dan asri. “paling kami hanya mengurangi biaya pembangunan maupun peningkatan taman dan jalur hijau” ungkapnya
Semua yang dilakukan Sudin Pertamanan Jakarta Utara semata-mata agar taman dan jalur hijau yang ada di wilayah Jakarta Utara terawat dengan baik dan terlihat hijau. Ini juga dilakukan demi mendukung Adipura, Adiwiyata, Adiguna serta Kota Sehat yang akan di wujudkan di Jakarta Utara, tegasnya.(jay)
31 Maret 2011
Walikota Jakut Minta Warga Jangan Takut Kembalikan Raskin Bila Kualitasnya Buruk
JAKARTA - Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menegaskan kepada keluarga yang menerima jatah beras miskin (raskin) untuk mengembalikan raskin tersebut jika kualitasnya buruk seperti bau dan apek. "Kembalikan saja raskin itu bila bau dan tidak berkualitas," kata Walikota, saat membuka sosialisasi Raskin di Lantai 14, Kantor Walikota, Kamis (31/3/2011).
Menurut Walikota tahun lalu, jumlah keluarga miskin di Jakarta Utara mencapai 54.827 RTS (rumah tangga miskin). Namun tahun ini jumlahnya menurun 4.606 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga saat ini di Jakarta hanya ada 50.221 RTS yang tersebar di enam kecamatan. "Namun sesuai Pagu RTS berdasarkan Surat Gubernur No 2742/-1.846.5 per 30 Desember 2009 jumlah penerima Raskin di Jakarta Utara mencapai 54.827 RTS atau 8.553.012 Kg. Saya harap penyaluran raskin ini tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat kualitas," kata Walikota.
Setiap Kelompok keluarga miskin, tambah Walikota, akan mendapatkan raskin sebanyak 15 Kg dengan harga Rp1.600 per kilonya. Program ini rutin dilakukan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya bagi mereka yang masuk dalam kelompok miskin dalam upaya menuntaskan kemiskinan.
Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri Asisten Kesmas Ahyar, Kabag Kesejahteraan Sosial Asep Rohyani serta beberapa pejabat lainya.(JAY)
30 Maret 2011
Kasus Narkoba di Jakut Meningkat
jAKARTA - Kasus narkotika di Jakarta Utara alami tren peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatkanya pengungkapan kasus narkoba yang terjadi pada Maret tahun ini dibanding temuan kasus yang terjadi pada Februari lalu.
Data yang diperoleh dari Polres Jakarta Utara menyebutkan, jumlah kasus narkotika dan obat-obatan terlarang yang berhasil ditangani pihak kepolisian setempat berjumlah 24 kasus pada Maret. Sedang, pada Februari, hanya berjumlah 21 kasus. “Ya, jumlahnya meningkat dari hanya 21 kasus pada Februari menjadi 24 kasus pada Maret ini,” ujar Kompol Suparmo, Kasat Narkoba Polres Jakarta Utara, Selasa (29/3/2011).
Dijelaskan Suparmo, dari 24 kasus yang terungkap bulan ini, pihaknya menahan sebanyak 32 tersangka yang terdiri dari 30 tersangkan berjenis kelamin pria dan dua tersangka berjenis kelamin wanita. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni, daun ganja kering seberat 636,10 gram, sabu 5,2 gram dan heroin 1,4 gram.
Jumlah tersangka itu, dikatakan Suparmo diamankan dari beberapa wilyah Polsek di Jakarta Utara dengan rincian, 4 kasus dan 5 tersangka diciduk jajaran Polsek Cililncing, 3 kasus dan 4 tersangka oleh Polsek Koja, 2 kasus dan 2 tersangka oleh Polsek Penjaringan, 1 kasus dan 4 tersangka oleh Polsek Penjaringan, dan sisanya sebanyak 14 kasus dengan 17 tersangka yang ditangani langsung Polres Jakarta Utara.
Sementara itu Humas Polres Jakarta Utara, Kompol Maskur B Chaniago mengatakan, tingginya jumlah kasus narkoba di Jakarta Utara selama ini diakuinya cukup meresahkan masyarakat. Untuk itu, pihak kepolisian tidak akan segan-segan menjatuh sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. “Tidak ada toleransi bagi mereka pengedar narkoba. Mereka bisa diancam hukuman penjara maksimal 25 tahun,” katanya.
Warga di Jakarta Utara, ditambahkan Maskur, diminta untuk tetap menjaga serta memperhatikan lingkungan termasuk keluarganya dari ancaman bahaya narkoba. “Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang dan tentu akan kami tindaklanjuti laporan tersebut,” tandasnya.(jay)
Penerima PKH di Jakut Menurun
JAKARTA - Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Jakarta Utara terus menurun. Pada awal diluncurkannya program ini pada 2007 lalu, jumlah keluarga penerima PKH mencapai 7.436 Rumah Tangga Sangat Miksin (RTSM). Namun pada 2011 ini hanya 6.304 RTSM. Penurunan ini menandakan, jumlah RTSM di Jakut juga ikut menurun.
Divisi Pengaduan Masyarakat PKH Jakarta Utara Rizal kepada utara.jakarta.go.id di Ruang Kerjanya menuturkan, program PKH yang dilaksanakan di Jakarta Utara cukup berhasil. Buktinya pada 2007 dan 2008 masih terdapat 7.436 RTSM yang tersebar di Jakarta Utara. Dalam jangka waktu tiga tahun, terjadi penurunan RTSM dan pada 2011 hanya terdapat 6.304 RTSM yang tersebar di Jakarta Utara.
PKH, kata Rizal, bertujuan untuk membantu RTSM guna membantu keluarga yang memiliki balita, ibu hamil, dan anak usia SD-SMP. Setiap RTSM akan mendapat bantuan dana sebesar Rp600 ribu hingga Rp2,2 juta per tahun. Dana ini disalurkan langsung atas nama ibu kepala keluarga melalui kantor pos terdekat. Agar penggunaannya tak menyimpang, setiap ibu akan didampingi sekretariat unit pelaksana PKH yang berkantor di Pemkot Jakut di lantai 13.
"Selama ini keluarga yang mengikuti program PKH taraf hidupnya terus meningkat. Agar tidak bergantung dari dana bantuaan program ini, warga juga melatih dirinya dengan keterampilan," katanya seraya menyebutkan Jakarta Utara menjadi daerah percontohan PKH sebelum Jakarta Timur dan daerah lainnya lantaran melalui program ini, jumlah RTSM terus menurun.(JAY)
25 Maret 2011
"Warung Mesum" di Marunda di Bongkar
JAKARTA - Diduga dijadikan sebagai sarana mesum, warga Marunda Kecamatan Cilincing terpaksa membongkar paksa sejumlah warung kerang hijau yang bercokol di sekiar pantai. Aksi ini dilakukan untuk menjawab keresahan para pengunjung di salah satu objek wisata pesisir yang merupakan program unggulan Pemkota Jakarta Utara.
"Warga langsung membongkar paksa warung kerang hijau dan penjual makanan serta minuman di bibir Pantai Marunda, Cilincing yang selama ini dicurigai dijadikan sarana mesum, lokasi memadu kasih kawula muda, dan minum-minuman keras. Kami tidak ingin warga terganggu dengan adanya warung remang-remang ini," kata Ketua RW 7 Marunda Aman Bogor saat melakukan pembongkaran warung remang-remang tersebut.
Menurut Aman, sediktinya 15 warung berhasil dibongkar. Namun yang dibongkar bukanlah bangunan warung remang-remang itu melainnkan skat-skat pembatas yang selama ini dicurigai dijadikan sebagai sarang mesum dan kegiatan negatif lainnya. Para pemilik warung diminta untuk tidak lagi membuat ruangan berpenyekat tapi dalam bentuk lesehan dan terbuka. "Dengan bentuk warung terbuka dan lesehan seperti ini diharapkan warung bisa dimanfaatkan sesuai peruntukkannya yakni, sebagai tempat makan dan minum bagi pengunjung. Begitupun penerangan warung harus diganti dengan lampu yang lebih terang tidak dengan lampu remang-remang," kata Aman.
Selama ini kata Aman, keberadaan warung di sepanjang bibir Pantai Marunda ini dimaksudkan untuk memudahkan wisatawan saat mencari makan dan minum, sert menikmati wisata pantai, bukan sebagai tempat berpacaran atau mesum. "Tapi selama ini para pengunjung resah lantaran warung-warung tersebut kerap dijadikan sebagai lokasi mesum dan lainnya. Sehingga kami mengambil tindakan tegas," tandas Aman.
Sementara Lurah Marunda Suranta menyambut baik kegiatan yang dilakukan warganya untuk menata dan menertibkan kegiatan yang bisa merusak dan mengganggu ketertiban umum ini. "Kami meminta kepada pemilik warung memanfaatkan fungsi warung sebenarnya dan tidak dijadikan sebagai lokasi untuk hal negatif " ujarnya.(JAY)
Ikon Kota Jakarta Segera Dibangun
JAKARTA - Pemkot Jakarta Utara akan membangun replika Menara Miring Syahbandar di lima lokasi. Anggaran pembangunan lima replika menara tersebut sebesar Rp1 miliar. Selain sebagai ikon Jakarta Utara, upaya ini sebagai bentuk pelestarian bangunan yang berlokasi Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan yang usianya diperkirakan mencapai 172 tahun tersebut.
Kelima lokasi yang dipilih untuk pembangunan Menara Syahbandar yakni, di Jl RE Martadinata atau tepat di depan pintu masuk Taman Impian Jaya Ancol, kawasan Jembatan Tiga, Jl Gunung Sahari Kecamatan Pademangan, Taman Perintis Kemerdekaan Kelapagading serta di dekat pintu ke luar tol Bandara. “Pembangunan replika ini bukanlah tandingan Menara Syahbandar yang ada di Museum Bahari. Namun lebih ditujukan sebagai ikon kota Jakarta Utara,” ujar Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, Jumat (25/3/2010).
Rencana pembangunan replika Menara Syahbandar, kata Bambang, sudah ada sejak 2010 lalu. Namun karena masih terkendala izin, rencana itu pun hingga kini belum terealisasi. “Kami masih fokus mengurus perizinannya. Jika tahun ini kami memperoleh izin, tentu pada 2012 proses pembangunannya bisa dilaksanakan,” kata Bambang.
Mantan Kepala Bakesbangpol DKI itu menjelaskan, ukuran replika Menara Syahbandar yang akan dibangun di lima titik tentu tidak sama dengan bangunan aslinya yang memiliki tinggi 12 meter dan lebar 4x8 meter persegi. Nantinya, pembangunann replika Menara Syahbandar akan disesuaikan dengan kondisi serta areal lokasi yang dipilih.
Seperti diketahui, Menara Syahbandar didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1839. Dulunya, menara ini dijadikan lokasi untuk mengawasi dan memandu kapal-kapal yang masuk ke Batavia sebelum Pelabuhan Tanjungpriok resmi beroperasi. Saat itu, Menara Syahbandar dikenal dengan sebutan Uitkijk Post.(jay)
DudinTata Ruang Jakut Raih ISO 9001-2008
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008 kepada Sudin Tata Ruang Pemkota Jakarta Utara. Sertifikat ini diberikan lantaran Kecamatan Pademangan termasuk dari lima kecamatan di Jakarta yang dianggap telah memberikan pelayan terbaik dalam bidang ketatakotaan.
Penyerahan itu diberikan langsung Foke -sapaan Fauzi Bowo- kepada Kasudin Tata Ruang, Darwin Syam Siregar di Kantor Pelayanan Prima Blok S, Kantor Walikota, Jumat (25/3). Penyerahan ini disaksikan Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiriatmoko, PT SAI Global Limited selaku pengaudit ketatakotaan, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Foke menegaskan, keberhasilan lima kecamatan ini harus diikuti oleh kecamatan lainnya. Sebab masyarakat membutuhkan pelayanan prima dan saat ini sudah tersedia pelayanan terpadu malam hari. Dalam pelayanan in tidak hanya melayani pembuatan KTP tetapi sudah semakin banyak jenis layanan yang diberikan. Bahkan warga juga meminta agar menyediakan layanan pernikahan. Bahkan Gubernur mengaku sempat menjadi saksi pernikahan. "Kita harus menyesuaikan apa yang diminta masyarakat dalam hal pelayanan masyarakat. Saya berharap komitment kita dalam melayani masyarakat bisa dirasakan maanfaatnya sehingga dicintai masyarakat," tegas Gubernur.
Dalam kesempatan itu Gubernur, meninjau langsung penerapan program Monitoring berkas pelayanan melalui internet yang dapat diakses melalui http.sdrju.tatakota-jakartaku.net dan untuk saluler http.m.sdrju.tatakota-jakartaku.net. Masyarakat dapat langsung memberikan berkas pelayan langsung dari rumah melalui situs tersebut.
Sementara Wiriyatmoko menuturkan, lima Seksi Tata Ruang kecematan menjadi penerima sertifikat ISO 9001:2008 yaitu Kecamatan Sawah Besar, Kalideres, Pasar Minggu, Pademangan, dan Kramat Jati. Lima kecamatan dapat sertifikat tersebut karena peningkatan mutu pelayanan publik tata ruangnya sudah baik. "Kelima kecamatan tersebut juga sudah melalui proses audit oleh PT SAI Global Limited dalam hal ketatakotaan," kata Wiriatmoko.
Sertifikat ISO 9001:2008 untuk lima kecamatan tersebut langsung diserahkan oleh Cris Sulisto selaku direktur PT SAI Global Limited kepada masing-masing perwakilan kecamatan. Sertifikat itu hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu, setelah itu akan diaudit kembali sehingga harus dipertahankan mutu layanannya(jay)
20 Maret 2011
BPN Jakut raih ISO 9001-2008
JAKARTA – Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara dianugerahi pernghargaan sertifikasi Quality Management System bertaraf Internasional, ISO 9001- 2008 oleh salah satu lembaga Independent sertifikasi Internasional, PT Mutu Agung Lestari (Mutu certification Internasional) pekan lalu.
Sertifikasi ISO 9001 – 2008 tersebut diberikan dalam kategori Percepatan Pelayanan Perpanjangan Hak dan Pendaftaran Surat Keputusan Pemberian Hak. Penilaian diambil berdasarkan hasil survei langsung kepada ratusan responden yang notabene adalah masyarakat pemohon surat kepemilikan hak atas tanah mereka.
Ditemui diruangan kerjanya, Kepala Kantor BPN Jakarta Utara, Cecep Bagja Gunawan, mengatakan,”Saya sangat bersyukur dan berbangga hati atas diperolehnya ISO 9001 – 2008 oleh BPN Jakut tersebut, itu menunjukkan bahwa sistem manajemen yang selama ini saya terapkan telah berjalan dengan baik dan benar, sehingga pelayanan yang diberikan oleh BPN Jakut dirasakan cukup memuaskan oleh masyarakat.” Ditambahkannya,”Keberhasilan tersebut juga tak lepas dari hasil kerja keras seluruh jajarannya, terutama Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT).”jelasnya.
Chairulsyah H, warga Koja, salah seorang pemohon yang ditemui Patroli Bangsa dilingkungan Kantor Walikota Jakarta Utara mengatakan bahwa dirinya cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh BPN Jakut,”Selain ramah dalam pelayanannya, berkas permohonan sayapun selesai tepat waktu sesuai dengan prosedur,”ujarnya.
Ditambahkannya, sebagai Kepala Kantor, Cecep dinilai tanggap akan kinerja para stafnya, seperti dalam hal penerbitan SK Pemberian Hak atau Perpanjangan Hak ditekankannya untuk selesai dalam 38 hari kerja, apabila lebih dari itu beliau langsung memanggil kasubsinya.”ungkap Chairulsyah.
Hal senada juga diungkapkan oleh Saiful Arif, Warga Penjaringan yang belum lama ini
mengurus SK Pemberian Hak atas tanah miliknya.”Sesuai dengan yang dijanjikan
bagian pelayanan, SK tersebut selesai selama 38 hari kerja, bahkan kadang sebelumnya,” ujarnya.
Adapun kerap terjadi keterlambatan dalam penyelesaian berkas, hal
tersebut lebih disebabkan adanya kekurangan berkas pihak pemohon
sehingga berkas tersebut tidak dapat di proses, pungkas Saiful.(Jay)
19 Maret 2011
Fondasi Flyover Casablanca, 3 Jalan Ditutup
JAKARTA, PB - Selama pembangunan fondasi dan pemasangan tiang pancang proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang, dipastikan ada tiga jalan yang akan ditutup. Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengatakan untuk memudahkan para pengguna jalan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, penutupan jalan ini akan dilakukan kurang lebih selama tiga bulan sejak penutupan ini dilakukan.
"Selasa pekan depan kami akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan penutupan jalan dan alternatifnya," ujar Ery di kantor Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Jumat, 18 Maret 2011.
Sementara itu, Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI, Novizal, menjelaskan tiga jalan yang hendak ditutup antara lain jalan samping flyover Sudirman arah Kampung Melayu, jalan samping atau frontage underpass Casablanca arah Satrio ke Rasuna Said dan samping underpass Casablanca arah Rasuna Said ke Jalan Satrio.
"Kemungkinan yang bisa ditutup lebih awal, paling cepat dua minggu ke depan itu yang jalan samping flyover Sudirman," terangnya.
Namun, Novizal mengatakan keputusan itu baru akan dipastikan pekan depan setelah peninjauan lapangan bersama Dishub dan Polda dilakukan.
Sedangkan, lanjut dia, untuk penutupan ruas jalan sebelah kanan dan kiri samping underpass Casablanca baru akan dilakukan setelah jalan alternatif Denpasar selesai dibangun. "Kira-kira dua minggu lagi selesai, kita sedang menyelesaikan lapisan atasnya, pondasi sudah selesai," ungkapnya.
Jalan alternatif Denpasar yang dibangun Dinas PU panjangnya mencapai 300 meter, sedangkan total panjang jalan ini apabila dihubungkan mencapai 700 meter dengan lebar tujuh meter. Dipastikan Novizal jalan satu arah yang dapat menembus ke Rasuna Said ini bisa dilalui oleh dua kendaraan roda empat.
Sedangkan, sembilan jalur alternatif yang telah disiapkan Dinas PU DKI antara lain untuk penutupan jalan samping fly over Sudirman bisa melalui:
1. Jalan Setiabudi-Jalan Karet Karya-Jalan Karet Gusuran 3-Jalan Komando Raya-Jalan Bek Murad
2. Samping Gedung Sampoerna Strategic-Jalan Bek-Jalan Satrio-putar u-turn depan Gedung Sahid Jalan Mas Mansyur
3. Jalan Gamisum-Jalan Karet Sawah-Jalan Satrio-putar di u-turn depan Gedung Sahid
4. Putar di Jembatan Semanggi
Kemudian untuk jalur alternatif jalan samping underpass Casablanca arah Satrio-Rasuna Said dan sebaliknya bisa melalui:
1. Jalan Denpasar-Gedung Dharma Wanita-Gedung Sentra Mulia
2. Jalan Gili-Jalan Denpasar Raya
3. Jalan Madiun-Masjid Sunda Kelapa-Jalan DR Kusuma Atmaja
4. Gedung Papan Sejahtera-pinggir kali Cideng-Jalan Taman Rasuna
5. Jalan Taman Rasuna-Jalan samping Pemakaman Menteng Pulo-putar di Jalan Casablanca
15 Maret 2011
Bentrok Cikini Versi Ahli Waris
JAKARTA, PB - Sehari pasca bentrok antarkelompok, ratusan polisi masih berjaga di makam Habib Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Maret 2011. Sejumlah personel melakukan penjagaan di jalur akses masuk makam yang berada di sisi Jalan Cikini Raya.
Pengamanan 24 jam itu merupakan instruksi Kapolres Jakarta Pusat untuk mengantisipasi bentrok susulan antar kedua pihak.
Tampak suasana di dalam areal makam berjalan normal. Sejumlah jemaah masih memenuhi areal makam.
Mereka melakukan tirakat di sisi makam. "Awalnya Kapolres melarang ada kegiatan ziarah pasca bentrok kemarin, tapi kami menolak. Sehingga disepakati cukup dilakukan penjagaan saja" ujar ahli waris makam yang juga merupakan keturunan kelima Habib Cikini, Abdurrahman Muhdhor Al Habsyi.
Abdurrahman menceritakan bentrok kemarin tidak akan terjadi jika pihak pengembang tidak memaksakan kehendak untuk menggusur dan memindahkan makam Cikini. "Saat ini proses hukum masih berlangsung, seharusnya pengembang mentaati proses hukum yang sedang berjalan" ujar Abdurrahman.
Abdurrahman menceritakan bentrok bermula terjadi jemaah dan ahli waris makam mendapat informasi akan ada penggusuran paksa oleh pengembang. Sejak pagi hari, memang sudah terlihat sekelompok massa bersiap di Jalan Cikini Raya yang tidak jauh dari lokasi makam.
Para ahli waris pun segera menghubungi polisi setempat yang direspons dengan pengerahan petugas. Namun permohonan para ahli waris agar sekelompok massa yang berkumpul di tepi jalan dibubarkan, diabaikan.
Akhirnya para ahli waris dengan dibantu jemaah berinisiatif untuk mendatangi kelompok massa agar terbuka dialog. Namun dialog berjalan buntu, dan kelompok massa itu segera melakukan penyerangan terhadap ahli waris.
Penyerangan tiba-tiba itu mendapat perlawanan dari para jemaah. Bentrok pun tak terhindarkan. Akibatnya jatuh dua korban luka dari pihak ahli waris dan tiga korban dari pihak pengembang.
Menurut Abdurrahman, pihaknya tidak akan kendur untuk mempertahankan keberadaan makam yang diyakini keramat itu. "Jika tetap memaksa menggusur makam, maka kami tidak menahan lagi jika ratusan jemaah dari berbagai daerah datang untuk mempertahannya. Dan kerusuhan seperti Tanjung Priok kembali terulang" ujar Abdurrahman.(vv/red)
04 Maret 2011
Aksi Jahit Mulut Warga Rawasari
JAKARTA, PB - Staf Khusus Presiden RI Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix V Wanggai mengunjungi aksi jahit mulut yang dilakukan oleh warga Rawasari dan menggelar dialog dengan warga. Velix yang datang bersama sekitar 3 orang rombongannya tersebut mengaku bersimpati atas aksi yang dilakukan warga. Ia juga mengatakan akan berusaha mencari tahu dan mencoba menjembatani keluhan warga atas persoalan yang menimpanya. "Belum tahu pasti persoalan, ini kita akan gelar dialog, untuk coba cari solusi dan jalan keluarnya," papar Velix singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya warga Rawasari menggelar aksi jahit mulut dan mogok makan di depan proyek pembangunan apartemen Grand Pramuka. Warga yang sudah menggelar aksinya sejak Jumat (11/02) lalu membangun posko dan menggelar berbagai acara seperti doa bersama dan tahlilan di lokasi tersebut.
Sejak hari kedua , Sabtu (12/02) beberapa warga sudah mengadakan aksi mogok makan dan puncaknya pada Sabtu malam 3 orang ibu yang berusia lanjut memutuskan untuk mengadakan jahit mulut sebagai bukti keseriusan mereka menuntut gantirugi dan penolakan atas rencana pemprov DKI untuk membangun apartemen di lahan yang sebelumnya digusur.
Penggusuran sendiri menurut penuturan warga berlangsung pada tahun 2008 dan saat itu mereka diberitahu bahwa lokasi penggusuran akan dijadikan taman kota dan tempat penghijauan. Namun belakangan di lokasi tersebut malah berdiri apartemen yang jelas-jelas jauh dari tujuan semula yang disampaikan kepada warga.
Hal ini menimbulkan keheranan dan kemarahan warga. " Kami jelas ditipu mentah-mentah oleh pemprov, dan kami curiga ada permainan diantara mereka, hingga saat inipun kami belum mendapatkan ganti rugi sepeserpun atas penggusuran sejak tahun 2008 lalu," papar Seno, warga yang didaulat menjadi humas aksi tersebut.
Didampingi LSM Benteng Demokrasi Rakyat, aksi warga yang mendapat penjagaan dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek cempaka Putih ini sudah memasuki hari ke enam dan belum ada tanda-tanda akan dihentikan. Sebelumnya warga juga pernah melakukan aksi kubur diri dan berbagai aksi lainnya disemplah tempat untuk menuntut keadilan.
Kondisi Ibu Eep (45), Mak Buyong (56), Kardinah (54) dan Lusi (53) yang melakukan aksi mogok makan dan jahit mulutpun semakin melemah mengingat usia mereka yang sudah lanjut. "Kami akan melakukan aksi hingga tuntutan dipenuhi," tulis salah satu poster yang dipasang didekat para pelaku aksi jahit mulut tersebut.
Felix diminta untuk menanda tangani pernyataanya secara tertulis bahwa mampu menengahi atau menyelesaikan kasus ini hingga ganti rugi yang sangat layak didapat warga rawasari dan sekitarnya.
Namun Felix tidak bersedia menandatangani disusul dengan stafnya felix yang menandatanganinya.(tim)
22 November 2010
Wartawan Jakarta Utara Peduli Qurban

Ketua Panitia wartawan Jakut Peduli Qurban, Chairulsyah Hasibuan saat menyerahkan secara simbolis hewan qurban kepada Walikota Jakarta Utara, H.Bambang Soegiyono, SH.Msi
JAKARTA - Aksi sosial yang pertama kali dilakukan wartawan yang bertugas di Jakarta Utara dalam “Peduli qurban” untuk warga di kawasan pemukiman padat Kelurahan Ancol, Kamis (8/11) dihadiri Walikota Jakarta Utara H.Bambang Sugiyono,S.E,MSi.
Komunitas Wartawan Jakarta Utara melakukan kegiatan perduli dengan sesama dengan membagikan hewan kurban di daerah kumuh dan miskin (Kumis) yang berada di Jalan Kampung Bandan, RT 6/4, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono yang hadir bersama Askesmas Akhyar, Kabag Bintal Mumu Mustahiq, Wakil Camat Pademangan Sunyoto, Lurah Ancol Fredy Setiawan, Danramil Pademangan Kapten Tri Setyo , Kapolsek Pademangan Kompol Wawan.
H.Bambang Sugiyono mengatakan, kegiatan yang dilakukan wartawan Jakarta Utara merupakan keperdulian dengan sesama. “Baru saat ini, ada wartawan yang perduli dan membagikan hewan kurban untuk sesama,” ujar Bambang Sugiyono.
Kegiatan yang digelar oleh wartawan di daerah Kumis, menurut Walikota Jakarta Utara jangan dijadikan masalah. Namun yang terpenting adalah niat untuk berkurban. Walikota pun juga mengatakan apa yang disumbang wartawan jangan dilihat besar kecilnya jumlah hewan kurban.
“Saya bangga dengan apa yang dilakukan wartawan Jakarta Utara, yang memprioritaskan penyaluran hewan kurban untuk kawasan yang selama ini minim mendapat hewan qurban,” katanya. Kegiatan yang dilakukan wartawan apa yang dilakukan diharapkan Bambang Sugiyono dapat berkesinambungan dan terus dilakukan. “Apa yang dilakukan wartawan, agar setiap tahun menjadi kegiatan rutin,” ujar Walikota.
Sementara itu Chairulsyah Hasibuan ketua panitia qurban wartawan Jakarta Utara, mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian komunitas wartatawan pada momen Idul Adha terhadap warga yang memang membutuhkan. “Kami ini tidak hanya pemburu berita saja, tetapi juga memiliki kepedulian kurban. Oleh karena itu kami memberikan sedikitnya 8 ekor kambing dan satu ekor sapi yang terkumpul dari teman-teman wartawan serta beberapa stake holder di Jakarta Utara untuk warga Kampung Bandan, Ancol, Pademangan,” katanya.
Ketua RT 6/4, Budi Sarwono, menyambut baik kegiatan sosial ini.”Kami turut senang para wartawan berbagi kepada warga kami dan lebih berbahagia karena ikut hadir Bapak kami H.Bambang Sugiyono yang menengok warganya,”ujar Budi Sarwono.(jay)
Marinir Kerjasama Dengan Tv One Kirim Bantuan Sembako

Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetyo bersama pejabat teras Korps Marinir dan personil TV One Periksa Bantuan Paket Sembako sebelum dikirim ke daerah korban bencana merapi di Jawa Tengah
JAKARTA - Korps Marinir berkerjasama dengan TV One mengirim bantuan sembako ke daerah pengungsian bencana merapi, Jawa Tengah, Jumat (19/11).
Bantuan paket sembako yang berjumlah limabelas ribu paket ini terdiri dari beras, minyak tanah, gula, sarden, kopi, teh, mie instant, biscuit, kecap dan susu anak, dan dikumpulkan oleh media elektronik TV One dalam suatu acara Sumbangan Pemirsa TV One Satu Untuk Negri di lapangan apel Markas Besar Komando Armada RI Kawasan Barat.
Acara tersebut dipimpin dan dilepas langsung oleh Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetyo.
Kelima belas ribu paket sembako ini, rencananya akan disumbangkan kepada para korban meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah sana guna membantu dan meringankan beban penderitaan saudara kita disana akan sulitnya situasi di daerah sekitar bencana akan pemenuhan kebutuhan pokok makanan.
Selanjutnya dari kelima belas ribu paket sembako tersebut didisribusikan ke Jawa Tengah dengan menggunakan 38 truk. Dari ke 38 truk, 16 truk diantaranya adalah truk milik Marinir, sedangkan sisanya adalah truk milik kesatuan TNI AL, Polri dan Sipil.
Hadir pada acara tersebut, KS Kormar Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin, Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan, para prajurit Korps Marinir, Polri dan para personil dari instansi sipil lainnya.(jay)
Kunjungan Atase Pertahanan Perancis Di Brigif 2 Mar

Saling berjabat tangan antara Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin dan Courtessy Call (Atase Pertahanan Perancis) Capitaine de Fregate Alexis Brossollet di Brigade Infanteri 2 Marinir, Cilandak, Jumat (19/11)
JAKARTA - Kunjungan Courtessy Call (Atase Pertahanan Perancis) Capitaine de Fregate Alexis Brossollet di Brigade Infanteri 2 Marinir, Cilandak, Jumat (19/11). Kedatangan Atase Pertahanan Perancis beserta stafnya disambut hangat oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin.
Didalam bincang-bincangnya, akan ada kunjungan Kapal Perancis berupa Kapal Amphibi pada bulan Mei 2011. “Diharapkan akan ada kerjasama pelatihan yang dilakukan antara Marinir Indonesia dan Perancis”, tegas Atase Pertahanan Perancis.
Ia juga menambahkan akan dijajakin pengiriman personil Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) ke pusat pendidikan dan latihan Marinir di Perancis untuk belajar Under Water Demolition.
Selanjutnya juga akan dijajakin kemungkinan pengiriman Marinir Perancis ke Indonesia untuk melaksanakan latihan bersama di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Karang Tekok (jay)
26 Oktober 2010
MARINIR KIRIM PRAJURITNYA KE WASIOR

Pasukan Marinir yang akan diperbantukan ke wasior
JAKARTA - Asisten Operasi Komandan Pasmar-1 Kolonel Marinir Hasanudin mewakili Komandan Pasmar-1 Kolonel Marinir A. Faridz Washington mengecek kesiapan prajurit Pasmar-1 Korps Marinir yang akan diberangkatkan ke Wasior, Papua Barat di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Selasa, (12/10).
Sebanyak 400 prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1 dibawah pimpinan Komandan Batalyon Zeni-1 Marinir Letkol Marinir I.D Nyoman Gede Rake telah siap diberangkatkan beserta materialnya.
Ke 400 prajurit tersebut berasal dari Resimen Bantuan Tempur-1 Marinir, Brigif-1 Marinir, Resimen Kavaleri-1 Marinir dan Batalyon Taifib-1 Marinir, adapun material yang akan dibawa berupa 1 unit Loader, 2 unit eskavator, 2 unit Dump truck, 1 unit Dozer, 4 unit Kapa, 2 unit Mobil KIA, 2 Perahu Karet, 7 unit truck Unimog, 2 buah tenda Rumah Sakit Lapangan, 14 buah Tenda Peleton, 2 buah Tenda Regu dan 400 Field bed.
Sementara itu, menurut Kolonel Marinir Hasanudin, para prajurit Korps Marinir tersebut akan bergabung dan bekerja sama dengan satuan TNI yang lain untuk membangun hunian sementara dan bhakti sosial kesehatan.(red)
13 Oktober 2010
Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E Pimpin Apel Khusus Prajurit Korps Marinir
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E memimpin Apel Khusus prajurit Korps Marinir di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu, (29/09). Apel Khusus dilaksanakan dalam rangka pamitan kepada prajurit Korps Marinir setelah Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E mengakhiri tugas sebagai Kepala Staf Angkatan Laut. Seperti diketahui Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E telah dilantik oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Panglima TNI yang baru menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso pada hari Selasa, (28/9).
Dalam amanatnya didepan ribuan prajurit Korps Marinir, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E mengatakan, selaku Kepala Staf Angkatan Laut hadir di tengah-tengah prajurit Marinir dengan penuh rasa bangga, karena berhadapan langsung dengan para prajurit yang memiliki kemampuan tempur di Tiga Media yaitu di darat, di laut dan di udara, selain itu tuntutan tingkat profesioanlisme yang tinggi hanya dapat dicapai karena prajurit Korps Marinir memiliki kebanggaan, jiwa korsa dan naluri tempur yang kuat.
Kebanggaan, jiwa korsa dan naluri tempur, lanjutnya, merupakan nafas bagi prajurit Baret Ungu dalam melaksanakan berbagai penugasan, baik di dalam maupun di luar negeri, seperti saat tergabung dalam pasukan perdamaian PBB. Tingkat profesionalisme yang dimiliki prajurit Marinir saat ini tak lain merupakan hasil dari proses pembinaan yang cukup panjang dan hasil jerih payah para pendahulu serta sesepuh Korps Marinir yang tentunya didukung oleh semangat pengabdian untuk selalu maju dalam mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa.
Lebih lanjut, Pati dengan bintang empat itu mengatakan, keberhasilan dan citra yang positif yang telah diraih prajurit Korps Marinir hendaknya dapat dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan dalam melaksanakan tugas-tugas mendatang, karena semua itu tidak dapat dilakukan tanpa adanya kerja keras, dedikasi yang tinggi, semangat dalam latihan serta kebanggaan Korps sebagai prajurit Baret Ungu.
“Dalam pelaksanaan tugas, Korps Marinir wajib memahami aturan hukum yang berlaku, sehingga mampu mengambil tindakan secara proporsional dalam setiap penugasan guna menghindari tindakan yang dapat merugikan dan menyakiti hati rakyat, dengan demikian harapan agar Korps Marinir dapat menjadi lebih kuat dapat terealisasi sebagaimana motto yang mengatakan Marinir bertugas demi rakyat, untuk rakyat dan ada di hati rakyat,” tegasnya.
Sebagai Kepala Staf Angkatanh Laut dan sebagai Warga Kehormatan Korps Baret Ungu, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E memberikan pesan kepada seluruh prajurit Korps Marinir yaitu : Pertama : agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kedua : mempertahankan dan meningkatkan terus profesionalisme dan kesiapsiagaan Korps Baret Ungu dalam melaksanakan tugas guna menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI, Ketiga : Menjaga dan meningkatkan Solidaritas dan soliditas baik dengan sesama Korps Baret Ungu, maupun dengan institusi TNI dan Polri, Keempat : Selalu menanamkan rasa disiplin dan jati diri sebagai prajurit Korps Marinir yang senantiasa membela kebenaran, kejujuran serta selalu tampil tanpa cela dimanapun berada dan bertugas, Kelima : selalu menjunjung tinggi panji-panji Keris Samudera dalam mewujudkan kualitas dan naluri tempur yang tangguh.
Setelah memimpin apel khusus, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E beserta ibu dengan menaiki BTR-50, dilepas oleh prajurit Korps Marinir, Jalasenastri dan PNS dengan melewati lorong yang dibentuk dengan menggunakan kendaraaan tempur yang dimiliki Korps Marinir.
Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh pejabat teras TNI AL, Pangkotama TNI AL, pejabat teras Korps Marinir dan seluruh perwira TNI AL wilayah Surabaya.
01 Oktober 2010
PP ditunjuk salurkan zakat fitrah di DKI
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menunjuk organisasi kepemudaan (OKP) Pemuda Pancasila (PP) sebagai mitra penyaluran zakat fitra dan kado lebaran sekaligus operator ke setiap rumah masyarakat kurang mampu di wilayah DKI Jakarta, pasca Idul Fitri 1431 H.
"Kemenpora akan budayakan kegiatan ini setiap tahun dengan menggandeng OKP lain. Untuk kesempatan pertama ini OKP Pemuda Pancasila kita tunjuk sebagai sukarelawan menyerahkan zakat ke masyarakat," kata Drs Bambang Trijakti MM, Asisten Deputi Lembaga Kepemudaan Kemenpora.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang mewakili Menpora Andi Alfian Mallarangeng kepada Harian Terbit, dalam acara penyaluran zakat kepada duafa dan anak yatim, kerja sama Rumah Zakat, Pemuda Pancasila, Universitas Ibnu Chaldun (UIC), di kampus UIC Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.
Sementara itu Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DKI Jakarta Robertho Rouw menyatakan dari Rumah Zakat telah disalurkan donasi sebesar Rp130 juta dalam bentuk 900 paket dengan rincian 500 kado lebaran untuk anak yatim/duafa dan 400 paket zakat fitrah untuk keluarga pra jahtera.
Zakat fitrah dan kado lebaran itu disalurkan di tujuh kelurahan di Jakarta Timur yaitu Kelurahan Penggilingan, Pulogebang, Ujung Menteng, Cakung Barat, Cakung Timur, Rawaterate Kecamatan Cakung dan sebagian di Kecamatan Jatinegara.(red)
15 Juni 2010
Walikota Jaktim Bantu Pembangunan Masjid Al-Hidayah Di Kelurahan Bambu Apus
JAKARTA - Walikota Jakarta Timur, Drs. H . Murdhani, MH, memberikan bantuan dana untuk pembangunan Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung. Penyerahan bantuan dilakukan Walikota saat melakukan silaturahmi sekaligus sholat Jumat berjamaah di masjid tersebut.
Dalam sambutannya, Walikota berpesan kepada umat Islam Jakarta Timur agar saling bekerjasama membangun dan memakmurkan masjid. "Sisihkan sebagian rejeki untuk pembagunan masjid dan harus dengan ikhlas,” pesannya.
Pada kesempatan ini, Walikota juga meminta para ulama agar pro aktif dalam melakukan syiar agama Islam. Menurutnya saat ini banyak orang yang meawarkan diri untuk berceramah tetapi malah mengajarkan ajaran sesat.
“Untuk itu saya titip kepada ulama, agar jangan sampai umat Islam bentrok gara gara adanya ajaran sesat sebab jika kita sesama umat Islam saling betrok yang rugi umat Islam itu sendiri,” ujarnya.
Walikota juga berpesan kepada para orang tua agar selain memberikan pendidikan umum, juga dapat memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya. “Anak-anak harus diberikan pendidikan umum dan agama secara imbang, sehingga sehingga anak tersebut selain pintar juga mempunyai akhlak yang bagus,” pesannya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Murdhani berpesan kepada panitia pembangunan Masjid Al-Hidayah agar segera mengurus perizinan pembangunn masjid. Menurutnya, izin untuk membangun musholah dengan izin membangun masjid berbeda. (robin)
153 Warga Jatinegarakaum Bakal Digusur
JAKARTA
Sedikitnya 153 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Perumahan Srikandi RT 07/03 Jatinegarakaum, Pulogadung, Jakarta Timur, bakal digusur. Sebab, seluruh bangunan yang mereka miliki berdiri di atas lahan milik PT Buana estate. Sebenarnya pihak kecamatan telah melakukan mediasi antara warga dengan kuasa hukum PT Buana Estate di Kantor Kecamatan Pulogadung. Namun upaya ini sia-sia karena tidak ada titik temu dalam mediasi tersebut. Sebab warga tetap menolak dipindah dari Perumahan Srikandi yang memiliki luas 55.560 meter persegi itu.
Padahal jika warga mau hengkang maka akan diberikan uang kerohiman sebesar Rp 10 juta per KK. Namun warga malah menuntut uang kerohiman harus sesuai dengan luas bangunan yang dimiliknya. Saat ini, kuasa hukum PT Buana Estate masih tetap bersikukuh untuk menggusur kawasan tersebut. Ditargetkan sampai 17 Juni mendatang, lahan tersebut harus sudah kosong dari bangunan.
”Meski warga menolak, tapi lokasi tersebut akan tetap digusur. Karena mereka telah menempati lahan milik PT Buana Estate sejak 1993. Dari pihak kuasa hukum menargetkan mereka harus sudah pindah pada 17 Juni mendatang,” ujar Teguh Hendrawan, Camat Pulogadung. Menurutnya, uang kerohiman yang disiapkan untuk para warga itu sudah lebih dari cukup. Apalagi selama tinggal di kawasan itu, seluruh warga tidak ada satu pun yang membayar pajak.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain, uang kerohiman yang diberikan kepada warga Jatinegarakaum ini jelas jauh lebih besar. Anehnya mereka tetap menolak menerima kerohiman tersebut.
Suhadi, satu warga yang menempati lahan tersebut, mengatakan, akan tetap menolak uang kerohiman yang diberikan pihak PT Buana Estate. Ia akan menerima uang kerohiman jika nilainya sesuai dengan luas bangunan yang dimilikinya.
”Pokoknya kami tetap menolak meskipun diancam digusur, karena kami sudah puluhan tahun tinggal di sini. Kami minta uang kerohiman yang ditawarkan bisa ditambah lagi,” ujarnya. (robin)
Jaktim Kembali Raih Piala Adipura
Kota Administrasi Jakarta Timur berhasil meraih Piala Adipura 2010. Penyerahan piala yang menjadi lambang supremasi dibidang kebersihan lingkungan tersebut, diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Walikota Jakarta Timur Drs. H. Murdhani, MH, di Istana Negara.
Jakarta Timur mendapatkan Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan bersama delapan kota lainnya dari seluruh Indonesia . Adapun peringkat pertama sampai sembilan untuk kategori Kota Metropolitan yaitu Kota Palembang, disusul berturut-turut Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surabaya, Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Bekasi.
“Pada Adipura tahun 2010 ini Jakarta Timur meraih posisi ketujuh sama dengan tahun yang lalu. Tetapi jika dilihat dari nilai, Jakarta Timur semakin tahun meningkat, hanya memang persaingan juga sangat ketat dimana kota lainnya juga mengalami kenaikan nilai,” kata Walikota di Kantor Walikota Jakarta Timur, saat menggelar tasyakuran atas keberhasilan meraih Piala Adipura.
Walaupun berada di posisi akhir, Walikota meminta jangan berkecil hati. Seluruh unit kerja dan jajaran di lingkungan Pemkot Jakarta Timur diajak untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya dalam membangun kota Jakarta Timur.
“Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kerjasama dari seluruh unit yang ada, dan jadikan Program Adipura ini jadi tantangan bagi kita semua baik itu para Lurah dan Camat,” pesan Walikota dihadapan para pejabat, Camat dan Lurah se-Jakarta Timur yang hadir.
Murdhani mengatakan, Program Adipura merupakan program yang bertujuan untuk menjadikan lingkungan lebih baik. Menurutnya, ke depan dimana Kota Jakarta membutuhkan banyak ruang terbuka hijau dan lingkungan yang bersih.
“Jangan sampai bosan dalam membenahi lingkungan, sebab keadaan lingkungan yang bagus dan bersih saat ini merupakan warisan untuk anak cucu kita semua dan diharapkan tidak mewariskan lingkungan yang rusak,” pesannya..
Sementara itu, menyinggung masalah Kali Baru yang sempat mampet hampir satu minggu dan mengakibatkan banjir, dirinya mengajak warga untuk ikut membersihkan kali. “Saya berharap warga tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan dan kedepan warga juga bisa menjadi mitra kita untuk membangun Kota Jakarta yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Saat menerima penghargaan, menurut Walikota Presiden, berpesan agar terus meningkatkan kinerja untuk menjadikan Kota Jakarta yang bersih dan sehat. “Beliau mengatakan apabila suatu saat dirinya lewat dan menemukan wilayah tersebut kotor, beliau akan mencabut penghargaan Adipura yang sebelumnya telah diraih. Untuk itu saya berharap hal tersebut agar diperhatikan dan menjaga lingkungan yang sudah bersih dan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi,” paparnya.(robin)
04 Mei 2010
2.459 Facebooker Dukung Alter dan Jane

JAKARTA - Dukungan dan rasa simpatik terhadap persoalan yang sedang dialami pasangan Alter dan Jane terus bertambahan dalam akun Facebook yang dibuat atas nama Jane Hadipoespito dalam akun 'Gerakan Peduli ALTER dan JANE'.
Dalam description Facebook 'Gerakan Peduli ALTER dan JANE' disampaikan bahwa cerita ini adalah kisah nyata seorang tuna rungu, Jane Hadipoespito, anak dari seorang CEO Universitas Bina Nusantara menjadi 'KORBAN' ke-egoisan orangtuanya yang lebih mengutamakan harta, ego, harga diri, dan nama baik.
Sudah sekitar 2.459 pengikut gerakan ini yang aktif memperbincangkan atau sekedar memberi semangat kepada Jane tentang persoalan yang sedang dialaminya. Dalam Facebook itu juga, Jane memohon dukungan dan doa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan yang sedang dialaminya.
Hampir seluruh pengikut dalam dalam akun Facebook tersebut memberikan semangat dan dukungan untuk tetap memperjuangkan cinta mereka.
Kini kasus yang sedang dialami Alter dan Jane sudah masuk ranah hukum. Bahkan Alter sudah ditahan di Rutan Pondok Bambu dengan tuduhan pasal 266 KUHP tentang pemalsuan identitas dalam akta otentik.
Sebelumnya Alter ditolak Rutan Pondok Bambu karena secara fisik, Alter memiliki kelamin pria. Meski dalam BPA yang diserahkan ke Kejati DKI, Alter beridentitas sebagai perempuan.
Berdasarkan surat resmi bernomor LP2907/K/X/2009/SPK Unit I tanggal 12 Oktober 2009, Alter dilaporkan orangtua Jane ke Polda Metro Jaya.
Pada laporan pertama, polisi telah mengeluarkan surat SP3 karena tuduhan itu tidak terbukti, karena Jane mengaku tidak diculik dan mereka berdua sama-sama suka.
Orangtua Jane kemudian melaporkan kembali atas dugaan pemalsuan identitas sebagai laki-laki. Menurut mereka Alter adalah perempuan.(vv/red)
03 Mei 2010
Polisi Tak Boleh Takut dengan FPI
JAKARTA - Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, mendukung langkah polisi memanggil pihak-pihak yang relevan dimintai keterangan dan mengusut tindakan anarkisme Front Pembela Islam (FPI) Depok, Jumat (30/4) 2010 lalu.
“Sangat jelas dan gamblang siapa pihak-pihak yang melakukan tindakan kekerasan. Jadi seharusnya tidak sulit bagi Polisi menindak pelaku tindakan kriminal tersebut,” ujar Hendardi di Jakarta, Senin.
Menurut Hendardi, posisi polisi harus jelas, bahwa setiap tindakan kekerasan adalah kriminal dan harus diusut hingga tuntas. “Kelompok Waria dan Komnas HAM adalah warga negara dan institusi negara yang sah menyelenggarakan kegiatan. Hak berkumpul adalah hak konstitusional warga negara. Jadi Polisi tidak perlu ragu,” terang Hendardi.
Dalam catatan Setara Institute tambahnya, organisasi Front Pembela Islam, adalah salah satu organisasi yang gemar menggunakan kekerasan dalam berbagai kesempatan.
Dalam kaitannya dengan jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan FPI tercatat menjadi organisasi yang paling sering melakukan tindakan kekerasan. Pada tahun 2008 Setara Institute mencatat 27 tindakan kekerasan, dan pada 2009 tercatat 9 tindakan.
“Catatan ini belum menyangkut dengan kekerasan-kekerasan lainnya. Polisi harus mengambil tindakan tegas terhadap kelompok manapun yang melakukan kekerasan, untuk menimbulkan efek jera dan menciptakan rasa aman warga negara,” ujarnya.
Setara Institute mengingatkan, jika Polres Depok merasa tidak mampu, sebaiknya Polda Metro Jaya mengambil alih kasus ini agar pengusutan bisa tuntas sampai adanya pertanggungjawaban hukum.(mn/red))
Tim Investigasi Masih Menelusuri Kepemilikan Tanah Makam Mbah Priok
JAKARTA - Untuk mengusut tuntas insiden di sekitar areal makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, tim investigasi PMI kembali mengunjungi makam Mbah Priok, Senin (3/5).
Kedatangan tim investigasi PMI yang dipimpin langsung ketuanya, Ulla Nuchrawaty, untuk melihat kondisi terakhir pascabentrokan pada Rabu (14/4) lalu. Selain itu, tim investigasi juga menemui kembali ahli waris makam Mbah Priok yakni Ali Zainal Muhammad dan Abdulloh Muhammad Sting untuk meminta keterangan seputar terjadinya insiden sekaligus menindaklanjuti masalah kepemilikan tanah. "Kami masih menelusuri dokumen-dokumen yang ada terkait dengan kepemilikan tanah. Kedatangan kami untuk mengecek langsung ke lokasi. Saat ini, kami terus melakukan pendataan yang hingga hari ini masih terus kami tabulasi," ujar Ulla Nuchrawaty.
Untuk mencari akar permasalahan atas pecahnya insiden tersebut, kata Ulla, pihaknya telah bertemu dengan ahli waris dari Mbah Priok, yang merupakan keturunan keempat dari garis ibu. "Beberapa personil tim sudah berangkat ke Palembang untuk bertemu dengan ahli waris Mbah Priok yang lain untuk memastikan garis keturunan mereka, sebagai pelengkap latar belakang keberadaan makam Mbah Priok dengan lahan yang ditempati sekarang," kata Ulla Nuchrawaty sambil menegaskan pihaknya belum mau merinci hasil pertemuan dengan ahli waris Mbah Priok.
Ia mengungkapkan, Senin (10/5) depan, pihaknya baru akan mengumumkan hasil investigasi yang selama ini telah dikumpulkan. Pada kesempatan itu, sambungnya, nantinya juga akan diputuskan siapa yang paling bertanggungjawab dalam insiden di sekitar makam Mbah Priok beberapa waktu lalu. “Pengumuman hasil investigasi akan diumumkan pekan depan dan disampaikan langsung Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla,” urainya.
Dia menambahkan, sebelum mengunjungi makam Mbah Priok hari ini, tim investigasi PMI juga menyempatkan mengunjungi PT Pelindo II dan diterima langsung oleh Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino dan pejabat teras di Jakarta International Container Terminal (JICT). "Dari data yang diterima selama ini, insiden berdarah di makam Mbah Priok didasari karena terjadi masalah sengketa tanah antara PT Pelindo II dengan ahli waris Mbah Priok. Untuk itu, kami juga mengunjungi PT Pelindo II untuk mencari data tambahan," jelas Ulla.
Dari hasil pertemuan dengan PT Pelindo II, Ulla mengungkapkan, PT Pelindo II mengaku siap bertanggung jawab, jika memang PT Pelindo II disebut sebagai salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban dalam insiden Koja.
"Mereka sangat peduli dengan korban dan siap menjalani proses hukum. Mereka berjanji akan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang menjadi korban insiden makam Mbah Priok. Untuk nominalnya belum disebutkan, namun setidaknya mereka ada itikad baik. Ya, kita tunggu saja hasilnya," tandas Ulla.(bj/red)
19 April 2010
Walikota Jakut Minta Maaf dan Siap Dicopot
"Bila harus dicopot jadi Walikota, saya ikhlas. Jabatan adalah amanah dari Allah. Dan pertemuan ini, bukan sarana minta dikasihani agar tidak dicopot dari jabatan walikota," tegas Bambang di hadapan tokoh pemuda di Kantor Walikota Jakarta Utara, Sabtu 17 April 2010. Bambang didampingi Asisten Tata Praja Ciptono, Kesbangpol Darwis M Aji, dan Asisten PLH Seko Yuliadi.
Pernyataan itu disampaikan Bambang saat menjawab pertanyaan para tokoh masyarakat yang menghujat kepemimpinannya sebagai Walikota Jakarta Utara.
Elemen masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemuda Pancasila, Himpunan Mahasiswa Islam, Front Pemuda Jakarta Utara dan organisasi pemuda dan masyarakat lainnya di Jakarta Utara.
Sebenarnya, kata Bambang, pihaknya tidak menyukai adanya penggusuran. Dia beralasan penggusuran yang selama ini dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat juga. Seperti pedagang kaki
Alasannya karena PK5 berdagang di badan jalan hingga menutupi jalan. "Ini mengganggu aktifitas pengendara dan masyarakat. Dan mereka juga telah diberikan tempat yang layak," ujar Bambang.
Dalam kesempatan itu, Bambang menjadikan peristiwa bentrok di sekitar lahan Mbah Priok menjadi sejarah dalam kepemimpinannya. "Saya akan lebih berhati-hati lagi. Dan saya minta maaf kepada masyarakat Jakarta Utara atas kejadian Mbah Priok," ucap Bambang.
"Kalau sudah begini, baru kita dilibatkan. Kenapa tidak sejak awal. Tentunya kami akan bantu sosialisasi, itu pun bila program yang masuk akal. Kejadian kemarin itu, tanpa kita provokasi
Menjawab pernyataan tersebut, Bambang berjanji akan lebih sering menggelar pertemuan dengan warga. "Perlu diingat lagi, tidak ada pretensi apapun dalam pertemuan ini. Bisa saya tetapkan 3 bulan sekali kita gelar pertemuan seperti ini," ujar walikota.
Soal dibubarkannnya Satpol PP yang dikeluhkan telah bertindak anarkis, dia mengatakan, kewenangan pembubaran Satpol PP bukan di tangan walikota. "
Soal uang sebesar Rp 11 miliar dari Pelindo yang disebutkan menjadi latar belakang pembongkaran makam Mbah Priok, Bambang mengatakan dana dari Pelindo jatuh langsung ke pasukan. Namun ia tidak menjelaskan pasukan yang dimaksud, apakah Satpol PP. "Diluar pasukan tidak ada yang menerima uang itu. Kita lihat saja hasil penyelidikan kasus Mbah Priok," ujarnya.(red)
08 April 2010
Kantor Walikota Jakut Rawan Kebakaran
saat ini khusus di Kantor Pemkot Jakut tersedia 70 tabung pemadam berbagai ukuran. Sayangnya, seluruh tabung pemadam yang ada sudah tidak layak lagi digunakan. Karena 46 unit sudah dalam keadaan kosong, sedangkan sisanya 24 unit semuanya sudah kadaluarsa.
Untuk memperbaiki sistem alat pemadam, tahun anggaran 2009 Pemkot Jakut telah menganggarkan Rp 767,7 juta. Melalui Bagian Umum Walikota
Namun ironisnya yang terjadi hinnga tahun anggaran 2010 masih ada tabung belum diganti dan telah lewat masanya. Ini terlihat dari masa berlaku penggunaan yang tertera di badan tabung pemadam. Tengok saja 2 buah tabung APAR berukuran 25 KG yang berada di lantai 14 gedung Walikota jakarta, menunjukan pengisian terakhir dilakukan pada 12 Desember 2007 dan kadarluarsa 12 Desember 2008 silam.
Kenyataannya, hingga kini seluruh tabung pemadam tersebut tidak pernah diisi ulang. Padahal menurut informasi yang didapat dan diakui Tjiknan Masruf Kabag Umum Walikota Jakarta Utara beberapa waktu lalu, dari 70 tabung pemadam yang ada hampir semuanya perlu diisi ulang. Pasalnya, masa potensial tabung bertahan hanya selama satu tahun sejak pengisian. “Tabung pemadam kebakaran merupakan kebutuhan yang setiap tahunnya harus diisi ulang.
Padahal menurut Perda No 8 tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan bahaya Kebakaran, semua peralatan pemadam api harus dilakukan pemeriksaan secara teratur minimal sekali dalam sebulan.Pada saat pemeriksaan, pastikan bahwa APAR belum pernah dipakai dan dalam kondisi siap digunakan.Pastikan APAR tidak mengalami kerusakan fisik, karat, maupun cacat lainnya.Pada saat pemeriksaan apar harus dibolak-balik supaya serbuk powder yang ada di dalamnya tidak terjadi penggumpalan Beri label pada apar yang sudah diperiksa Tulis tanggal pemeriksa, likasi, hasil pemeriksaan serta nama pemeriksa.
APAR yang kosong dan/rusak harus segera diisi ulang. Dan selama perbaikan, di tempat tersebut harus diberi APAR pengganti.(jay)11 Maret 2010
SetengahHati, Sudin P2B Jakut Bongkar Bangunan Bermasalah
JAKARTA - Tindakan penertiban terhadap bangunan berlantai lima di Jl Kebonbawang VII, Nomor 13 RT 03/06, Kelurahan Kebonbawang, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Rabu (10/3), dirasakan warga setempat hanya formalitas belaka. Sebab petugas Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B), hanya membongkar kayu kaso untuk cor di sisi kiri dan kanan lantai V bangunan tersebut. Padahal, pelanggarannya cukup fatal yakni IMB hanya empat lantai namun dibangun
Sejumlah warga yang berkerumun dilokasi pembokaran mengatakan,"Kita lihat saja nanti, apakah pemiliknya benar2 membongkar sendiri bangunannya atau malah memperbaiki bangunannya dan membuatnya lebih bagus dari sebelum dibongkar, karena seperti yang sudah2 setelah dibongkar tak akan ada lagi tindakan dari P2B tersebut."ujar salah satu warga(mp/red)
09 Maret 2010
Tidak Benar Ada Tindak Pemukulan Terhadap Ketua Golkar Jakarta Timur
Menurut keterangan LS, salah seorang kader Golkar, kronologis kejadian tersebut berawal ketika dirinya dan beberapa rekan sesama kader sedang berada diruangan salah seorang Wakil Ketua Golkar DPD I DKI Jakarta, tak berapa lama kemudian Ketua DPD Tingkat II Golkar Jakarta Timur, H.Tandanan Daulay, masuk dan ikut bergabung, mereka kemudian terlibat pembicaraan seputar Pelantikan Ketua DPD Tingkat II Jakarta Timur yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Pro – kontra susunan anggota yang dilantik tersebut juga menjadi bahan pembicaraan pada saat itu, karena kebanyakan berasal dari salah satu ormas. Karena pembicaraan mulai tidak enak dan memanas, beberapa saat kemudian LS berjalan hendak meninggalkan ruangan dan berkata,”Bagaimana mau bagus, ijazahnya saja tidak bagus.” ujarnya tanpa maksud ditujukan pada siapapun.
Pada saat itu juga Ketua DPD Tingkat II Golkar Jakarta Timur, H.Tandanan Daulay, mungkin tersinggung akan kata-kata LS tersebut dan spontan berdiri kemudian mengejar LS dan menarik leher bajunya.
Karena mendapat tindakan yang tidak diduganya itu, LS dengan refleks menangkis gerakan H.Tandanan Daulay tersebut, dan ternyata tanpa sengaja mengenai kacamata Ketua Golkar tersebut, hingga jatuh pecah dan mengakibatkan luka akibat pecahan kacamata tersebut. “Jadi tidak benar ada pemukulan terhadap H.Tandanan Daulay pada saat itu.”jelas LS.(red)19 Februari 2010
Foke Yakin Banjir Tahun Ini Tidak Parah
Staff Redaksi
Hendrik S (Polda Metro Jaya) (Jaksel) Robin S (Jaktim) Ramdani BE, Agus Subarkah (Jakpus)Butet (Jakut) Biro Bekasi :Sepmi R (Kabiro) , Joni Sitanggang, Binton Juntak, Mustofa, Ringan Simbolon, Haerudin, Herman Sitanggang, Mulayadi TH, Togar S, Banjarnahor, Syafi'i M, Biro Kab.Bogor (Kabiro) Depok : Radot S, (Kabiro), Karawang : Ade Junaidi (Kabiro), Rihas Purnama YM, Edi Askam, Mustamir, Otong, Wawan, Junaedi, Sopyan Junior, Mumuh MuhamadMursid. Perwkln Jabar: Idris C.Pasaribu (Ka Prwkl), Ungkap M, Deni Ridwan, Parasman. Biro Cimahi : Martunas S. Prwkln Lampung : (Ka.Prwkln) Kab Tanggamus : Prwkln Jambi : Sabarudin Nasution SE (Ka.Prwkl), Biro Tanjabbar : Hasbullah Biro Kab/Kota Siantar : Buhardo Siahaan. Biro Sulselbar : (Ka.Biro)





